Lewati navigasi

Arsip Kategori: burung

Dah lama juga blog ini gak di update… kasih info tentang elang hitam ah… daripada entar lupa…
Elang Hitam
Elang Hitam adalah sejenis burung pemangsa dari suku Accipitridae, dan satu-satunya anggota marga Ictinaetus. Dinamai demikian karena warna bulunya yang seluruhnya berwarna hitam. Meski ada pula beberapa jenis elang yang lain yang juga berwarna hitam.
Identifikasi

  1. Burung ini berukuran besar, dengan panjang (dari paruh hingga ujung ekor) sekitar 70 cm. Sayap dan ekornya panjang, sehingga saat terbang terlihat sangat besar.
  2. Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali kaki dan sera (pangkal paruh) yang berwarna kuning. Sebetulnya terdapat pola pucat di pangkal bulu-bulu primer pada sayap dan garis-garis samar di ekor yang bisa terlihat ketika burung ini terbang melayang, namun umumnya tak begitu mudah teramati. Jantan dan betina berwarna dan berukuran sama.
  3. Sayap terbentang lurus, sedikit membentuk huruf V, dengan pangkal sayap lebih sempit daripada di tengahnya, serta bulu primer yang terdalam membengkok khas, membedakannya dari elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk yang hitam. Elang hitam juga sering terbang perlahan, rendah dekat kanopi (atap tajuk) hutan.Bulu Primar lebih menjari.
  4. Terdapat 2 pose terbang, saat gliding (meluncur) dan soaring (mengintai). Saat gliding bulu paling ujung menekuk kedalam, dan saat soaring bulu ini terbentang dan terlihat menyamping.
  5. Bunyi meratap berulang-ulang, biasanya disuarakan sambil terbang tinggi berputar-putar, klii-ki …klii-ki atau hi-li-liiiuw.
  6. Burung remaja berwarna pucat, dengan coret-coret kuning pucat di sisi bawah tubuh dan sayap.
  7. Sarang berukuran besar terbuat dari ranting-ranting dan dedaunan yang tersusun tebal, diletakkan pada cabang pohon yang tinggi di hutan yang lebat. Bertelur satu atau dua butir, bulat oval, sekitar 65 x 51 mm, berwarna kuning tua bernoda coklat kemerahan. Di Jawa berbiak pada sekitar bulan Mei.
Penyebaran
  1. Elang hitam menyebar luas mulai dari India, Sri Lanka hingga Asia Tenggara, Sunda Besar, Sulawesi dan Maluku.
  2. Burung ini hidup memencar di dataran rendah, hutan perbukitan hingga wilayah yang bergunung-gunung pada ketinggian sekitar 1.400 m (di Jawa hingga sekitar 3.000 m) dpl.
  3. Memangsa aneka jenis mamalia kecil, kadal, burung dan terutama telur, elang hitam dikenal sebagai burung perampok sarang. Melayang indah, burung ini kerap teramati terbang berpasangan di sisi bukit atau lereng gunung yang berhutan. Dengan tangkas dan mudah elang ini terbang keluar masuk dan di sela-sela tajuk pepohonan. Cakarnya yang tajam terspesialisasi untuk menyambar dan mencengkeram mengsanya dengan efektif.
Status konservasi

Sebagai burung pemangsa, elang hitam menduduki puncak rantai makanan dalam ekosistemnya. Meskipun populasinya masih terbilang banyak, burung ini menyebar terbatas di wilayah-wilayah yang berhutan. Elang hitam dilindungi oleh undang-undang RI. Sedangkan menurut IUCN, burung ini berstatus LC (least concern, beresiko rendah).
Jenis yang serupa
  1. Elang brontok (Spizaetus cirrhatus), bentuk yang hitam.
  2. Elang ular (Spilornis cheela), ketika bertengger.
Literatur
^ MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen 2000. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI dan BirdLife IP. Bogor. ISBN 979-579-013-7. Hal. 95.
^ MacKinnon, J. 1993. Panduan lapangan pengenalan Burung-burung di Jawa dan Bali. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta. ISBN 979-420-150-2. Hal. 102.
^ Hoogerwerf, A. 1949. De Avifauna van de Plantentuin te Buitenzorg. de Koninklijke Plantentuin van Indonesie. Buitenzorg (Bogor). Hal. 22.
^ Noerdjito, M. dan I. Maryanto. 2001. Jenis-jenis Hayati yang Dilindungi Perundang-undangan Indonesia. Cet-2. Puslit Biologi LIPI. Bogor. ISBN 979-579-043-9. Hal. 46.
^ BirdLife International. 2004. Ictinaetus malayensis. In: IUCN 2007. 2007 IUCN Red List of Threatened Species.. Diakses 25/12/2007.
^ Demi Menyelamatkan Si Anak Elang Hitam, artikel harian Kompas Senin, 16 Mei 2005
^ Menjaga Elang Hitam di Lereng Merapi, artikel harian Kompas Selasa, 25 April 2006

Penelitian yang berkaitan dengan Elang Hitam (PDF) :
Jarulis

burung-burung-di-kawasan-pegunungan-arjuna-welirang-taman-hutan1

Penggunaan Tipe-Tipe Habitat oleh Elang di Kawasan Panaruban Tangkuban Perahu Jawa Barat

Elang Alap Doria

Sumber foto: Mark Harper @birdforum.net

Nama Latin : Accipiter doriae (Salvadori & D’Albertis, 1875)
Nama Inggris : Doria’s Goshawk

Deskripsi:
Pemangsa yang sangat tidak mencolok di hutan bagian dalam. Ekor sangat panjang dan bundar, dengan 10-12 palang hitam. Sayap bagian dalam ketika terbang terlihat jelas berpalang hitam dan tubuh bagian atas coklat abu-abu. Tubuh bagian bawah keputih-putihan bercoret. Muka bertopeng hitam dan iris mata gelap.

Suara :
Ketika dikerumuni burung-burung kecil akan menyuarakan suara desisan menciut-ciut yang menurun dan panjang, kemudian lemah dan menurun.

Penyebaran global :
Endemik Papua termasuk Papua Nugini

Penyebaran lokal :
Terpencar di daerah utama P. Papua smpai pada ketinggian 1400 m.

Kebiasaan :
Menghuni hutan hujan tropis. Bertengger tenang di bawah kanopi pohon, menanti burung yang menjadi mangsanya. Terbang di bawah kanopi dengan kepakan sayap lambat. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan bertengger di dahan pohon yang tersembunyi, terutama di dekat lokasi beraktivitas dan mencari makan burung yang menadi mangsanya.

Makanan:
Terutama memakan burung.

Source : http://burungpemangsa.blogspot.com/

Kasuari Gelambir-ganda

Casuarius adalah salah satu dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Genus ini terdiri dari tiga spesies Kasuari yang berukuran sangat besar dan tidak dapat terbang.

Daerah sebaran ketiga spesies ini adalah di hutan tropis dan pegunungan di pulau Irian (Papua). Kasuari Glambir Gandaadalah satu-satunya spesies burung Kasuari yang terdapat di Australia.

Kasuari diperlengkapi tanduk di atas kepalanya, yang membantu burung ini sewaktu berjalan di habitatnya di hutan yang lebat. Selain tanduk dikepalanya, Kasuari mempunyai kaki yang sangat kuat dan berkuku tajam. Burung betina biasanya berukuran lebih besar dan berwarna lebih terang daripada jantan.

Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius adalah salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.

Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan.

Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan.

Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan spesies ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List.

Klasifikasi

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Famili: Casuariidae
Genus: Casuarius
Brisson, 1760

Sumber:

Wikipedia, IUCN.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.