Skip navigation

ITT

Inventarisasi Tegakan Tinggal merupakan salah satu dari “rukun” sistem silvikultur di Indonesia, teknik ini digunakan paling banyak di kawasan HPH. Bila pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan pengolahan maka hasil yang didapatkan sesuai dan efek yang ditimbulkan akan sangat sedikit mengakibatkan kerusakan, tetapi pada prakteknya sangat banyak penyimpangan2 yang dilakukan oleh perusahaan2 HPH yang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan kerusakan yang sulit untuk diperbaiki kembali.

Inventarisasi Tegakan Tinggal (ITT) adalah kegiatan pencatatan dan pengukuran pohon dan permudaan alam pada areal tegakan tinggal untuk mengetahui antara lain: komposisi jenis, penyebaran dan kerapatan pohon, jumlah dan tingkat kerusakan pohon inti. Maksud dari pelaksanaan ITT adalah untuk mengetahui jumlah, jenis dan mutu pohon inti dan permudaan yang rusak. ITT juga untuk mengetahui lokasi dan luas areal-areal terbuka/kurang permudaan pada petak kerja setelah penebangan.

Di bawah ini saya cantumkan beberapa literatur penelitian:

KAJIAN SISTEM SILVIKULTUR DAN PERTUMBUHAN HUTAN BEKAS
TEBANGAN PADA BERBAGAI TIPE HUTAN DI SUMATERA BAGIAN UTARA

Keanekaragaman Jenis Anakan Tingkat Semai dan Pancang di Hutan Alam

ANALISIS NILAI TEGAKAN HUTAN ALAM (Analysis of Stumpage Value for Natural Forest)

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN

Dampak Pemanenan kayu Berdampak Rendah Terhadap Kerusakan Tegakan Tinggal di Hutan Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: